Naruto chapter 604
Versi Teks Naruto Chapter 604 Sebelumnya : Naruto Chapter 603
Obito yang telah berdiri tegak dengan memakai tubuh mahluk yang masih
tersambung ke akar-akar di bawah patung Gedou Mazou memasang kuda-kuda
untuk menyerang. Dan beberapa saat kemudian, iapun memukul hancur batu
raksasa yang menutupi jalannya.
Naruto Chapter 604 - Bertemu lagi, dan Lalu ... Teks Version by www.Beelzeta.com
"Kau menggunakan kekuatan patung itu saat terhubung pada akar, tidak
buruk juga" Ucap Zetsu putih. "Aku cukup bagus kan?" Tubuh Tobi yang
menutupi Obito bertanya. "Ya" Ucap Obito, dan lalu topeng yang menutupi
kepalanya menjadi terbuka. Di sisi lain, ribut-ribut setelah
menghancurkan batu tadi membuat kakek Madara terbangun dari tidurnya.
"Apa kau akan pergi?" Lelaki tua itu bertanya. "Aku berterimakasih
karena kau telah menyelamatkanku" Tobi melepas paksa sesuatu sejenis
kabel yang menghubungkan tubuh yang dipakainya dengan akar di bawah
Gedou Mazou. "Tapi, aku tetap akan pergi, aku harus pergi" Ucapnya.
"kau terlalu terburu-buru ... Terlalu dini untuk berterimakasih padaku"
"Aku tak berpikir kalau aku akan datang kemari lagi" Ucap Obito.
"Setidaknya, aku berterimakasih padamu, aku pergi" "Kau ... Kau akan
kembali lagi kesini ... Dan saat itu kau akan benar-benar berterimakasih
padaku" Ucap Madara. Sementara Obito, kelihatannya ia tak begitu
peduli dan langsung bertanya pada Zetsu putih, "Kau yang putih itu,
dimana Kakashi dan Rin!? Tunjukan jalannya padaku!!!" "Yang sedang
menempel di tubuhmu itu pada dasarnya adalah salah satu clone ku, kita
bisa saling berkomunikasi menggunakan telepati ... Aku punya banyak
clone yang tersebar di bawah tanah berbagai tempat, dan kami saling
bertukar informasi" Jelas Zetsu putih. "Aku akan membawamu kesana
menggunakan informasi itu" Ucap tubuh Tobi yang Obito kenakan. "Suara
ini, mahluk berbentuk spiral ... Ya, tolong bawa aku kesana!" Dengan
cepat merekapun melesat, Obito dan tubuh yang dipakainya itu. Tapi
sebelum benar-benar keluar dari gua itu, mereka melewati suatu ruangan
yang disana terdapat beberapa senjata raksasa dan jubah hitam. Lalu
setelah mengambil salah satu jubah dan memakainyaz, merekapun
benar-benar keluar. "Beritahu aku keadaan Rin dan Kakashi sekarang!"
Pinta Obito. kemudian, Tobipun mencari-cari informasi menggunakan
telepati. "Hmm, menurut data yang ku dapat dari rekan-rekanku, mereka
sedang dalam masalah besar!! Dia bilang kalau itu suatu babi percobaan
dari Desa Kabut, aku tak begitu mengerti ... Dan ngomong-ngomong,
Masing-masing Kakashi dan Rin dikepung oleh banyak shinobi yang
kemampuannya setara Jounin atau ANBU" "Apa yang guru Minato lakukan?"
Obito kembali bertanya. "Siapa?" "Aku bilang, apa yang Kilat Kuning
lakukan?" "Hmm, aku rasa dia sibuk dengan misi lainnya ..." "Di waktu
seperti ini!?" Obito kesal, dan lalu teringat saat-saat terakhir
sebelum mereka berpisah, saat Kakashi berjanji untuk melindungi Rin.
"Kakashi ... kau sudah berjanji! Kumohon, lindungilah Rin!! Aku akan
datang di saat yang tepat!" Ucap Obito dalam hati, sambil terus bergegas
menuju tempat itu. "Obito ... Sepertinya mereka akan mulai bertarung"
Ucap Tobi. "Dan, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu" "Apa!?"
"kau lebih lemah daripada aku ... Dan tubuh kecilmu yang sedang terluka
ini dibungkus olehku. Pada dasarnya, aku melindunginya" "Lalu kenapa?"
"Aku rasa akan lebih baik kalau aku bertarung ..." "Madara mengatakannya
juga, Sharingan bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya jika mata kanan
dan kiri bersama ... Kakashi, yang memiliki mata satunya sedang berada
di medan pertempuran ... Kombinasiku dengannya pasti lebih baik ...
kakashi dan aku akan melindungi Rin!!" Ucap Obito. "Juga tubuh
Hashirama buatan yang tertanam pada tubuhmu, kalau kau menggunakan
kekuatan Senju dan Uchiha, kau mungkin akan mendapat kekuatan yang
belum pernah dilihat sebelumnya, tapi ..." Shrasssshhh ... Air
berjatuhan dari langit, bagai hujan. "Aku rasa cuaca hujan, api ..."
"Aku mendapat info dari rekan-rekanku, kelihatannya, tempatnya disini"
Ucap Tobi. Di depan, tampak ledakan-ledakan yang kelihatannya dari air.
"Ayo maju!!" Deg ... Suatu perasaan tiba-tiba terlintas di benak Obito.
"Ukhhh!!!" Obito menahan rasa sakit di bagian matanya yang kosong. Obito
menutupi mata kirinya. Dan tiba-tiba, suatu bayangan terlintas, suatu
bayangan kalau jantung Rin ditusuk oleh seseorang ... "Akkkh, apa ini!?
Jangan membayangkan hal yang bukan0bukan di saat seperti ini!!!
Sedikit lagi ... Sedikit lagi aku sampai" Obito membulatkan tekad, dan
ia terus melangkah ke depan. Sampai akhirnya, suatu pemandangan yang
benar-benar tak terduga terlihat di depannya. Apa yang tadi terlintas di
benaknya, ternyata bukan hanya khayalan semata. Hal itu benar-benar
terjadi. Di depannya, tampak seseorang telah menusuk jantung Rin. Dan
yang sangat tidak terduga, orang yang melakukannya tak lain adalah
Hatake Kakashi. "Ka-Kakashi ..." Ucap Rin untuk terakhir kalinya.
Bersambung ke Naruto Chapter 605
Tidak ada komentar:
Posting Komentar