Naruto chapter 602
Naruto chapter 602
Sebelumnya
: Naruto Chapter 601 Dengan setengah tubuh yang bisa dibilang telah
hancur, Obito kecil terbaring, terbangun dan kemudian melihat sesosok
lelaki tua renta bermata sharingan di depannya. "Matamu ... Mungkinkah
kau ... Anggota Uchiha juga?" Obito bertanya. "Siapa yang tahu" Jawab
lelaki tua itu seadanya. "Hmmm ..." Obito berpikir, "Apa mungkin dia
menyelamatkanku? Eh, tunggu sebentar ..." Naruto Chapter 602 - Hidup Teks Version by www.Beelzeta.com
"Kau bilang ini adalah tempat di antara Dunia dan Dunia selanjutnya
kan? Dimana ini sebenarnya? Tempat ini gelap, aku tak bisa melihat
semuanya dengan jelas" Ucap Obito. "Dan ngomong-ngomong, kakek tua,
siapa kau sebenarnya? Heh, apa jangan-jangan kau Dewa kematian ya? Yang
bertugas membawaku ke Surga atau Neraka? Haha" Niat awal Obito hanya
bergurau. Namun tiba-tiba, saat ia melihat ke arah tongkat yang dibawa
oleh lelaki tua itu, ternyata ujungnya adalah sabit. "Ah tidak!!!!!"
Obito berteriak histeris, "Aku belum mau mati!!!!!! Aku melihat sabit,
jadi kau Dewa Kematian sungguhan ya!!! ?" "Kau pasti Dewa Kematian yang
bertugas mencabut nyawa klan Uchiha!!?? Motoku adalah untuk menolong
orang tua, memang benar aku juga sering melakukan hal-hal buruk dan
beberapa kali melangar peraturan, tapi aku mohon, jangan bawa aku ke
Neraka!!! Ouchhh!!!!" Obito kesakitan. "Kau merasakan sakit, karena kau
masih hidup" Ucap lelaki tua itu. "Eh?" "Suatu keajaiban bahwa kau masih
bisa hidup ..." Ucap lelaki tua itu. "Aku tak tahu kenapa batu itu tak
menghancurkan tubuhmu, seolah tubuhmu menyelinap dari batu itu" "Dimana
... Jadi dimana aku sebenarnya?" "kau sedang berada di dalam Ruang bawah
tanahku, setelah reruntuhan batu itu ... Tapi sayang sekali, setengah
tubuhmu hancur, jadi aku mengobatinya" Benar, lelaki tua itulah yang
menolong dan memperban sekujur tubuh Obito. "Terimakasih" Ucap Obito.
"Masih terlalu dini untuk mengucapkan terimakasih padaku ... Karena, kau
harus membayar hutangmu ini. Dan, kau bilang motomu adalah menolong
orang tua kan?" "Ah, iya, iya, kau benar, tapi ... Apa yang kau mau
dariku?" "Hmm ..." Lelaki tua itu terdiam. "Apa kau mau aku merawatmu?"
"Bukan, bukan begitu ..." "Maaf, tapi aku tak bisa berlama-lama disini,
aku masih hidup jadi aku harus segera kembali ke Konoha. Perang masih
berlanjut dan aku telah bisa membangkitkan sharingan. Sekarang, aku
akan mampu melindungi teman-temanku" Ucap Obito saat itu. "Hmm,
melindungi temanmu ..." "Ada apa?" "Dengan tubuhmu yang sekarang ... Kau
tak akan bisa kembali menjadi shinobi" Ucap lelaki itu. "Lihatlah pada
kenyataanya ... Dunia ini dipenuhi oleh hal yang tak sesuai dengan
harapan ... Semakin lama kau hidup ... Semakin kau akan menyadari kalau
kenyataan hanya menciptakan penderitaan, rasa sakit, kekosongan ..."
"Apa-apaan lelaki tua ini" Gerutu Obito dalam hati. "Dengarlah ... Di
Dunia ini ... Dimana ada cahaya, maka disana juga akan ada bayangan ...
Selama ada konsep kemenangan, akan ada juga kekalahan ... Keinginan
egois untuk memperoleh perdamaian malah akan menciptakan perang ... Dan
kebencian terlahir untuk melindungi kasih sayang ... Itu semua adalah
hubungan yang tak bisa dihindari" "Yah yah, dia begitu fokus, sepertinya
ini akan lama" Pikir Obito. "Jadi, dimana aku sekarang?" Obito kembali
bertanya, tapi lelaki itu terus saja berceramah ... "Ada oang-orang yang
selamat karena kau terluka ... Benar kan?" "!!!?" Makin lama Obito
tampak kesal dengan cerita ini. "Apa-apaan kau ini sebenarnya hah!!? Aku
tak mau tinggal disini lagi, aku ingin, ukhh ..." Obito ingin pergi
namun tubuhnya masih cedera berat. "Kalau kau memang ingin pergi,
lakukan saja ... Tapi, tentunya jika kau bisa bergerak" Ucap lelaki tua
itu. "Tunggu ... Ini aneh" Pikir Obito, "Kenapa ada lelaki tua dengan
sharingan sendirian disini?" "Kalau dipikir-pikir ... Aku tahu semua
orang tua yang ada di Desa, tapi aku belum pernah melihat lelaki ini
sebelumnya. Ini berarti, sekarang dia bukanlah shinobi Konoha, dengan
kata lain ..." "Orang tua, apa kau shinobi pelarian? Siapa kau
sebenarnya?" Obito bertanya, ke lelaki tua yang ternyata bagian
belakang tubuhnya tersambung pipa-pipa bagaikan kabel itu. "Aku ..."
Lelaki tua itu duduk di tempat duduknya, "Aku adalah hantu seorang
Uchiha ... Uchiha Madara" Tak salah lagi, lelaki tua itu adalah Uchiha
Madara. "Ma-Madara ..." Sejenak Obito kaget, "Madara ... Apa yang kau
maksud adalah leluhur kami, Uchiha Madara!? Mustahil! Uchiha Madara
harusnya sudah mati sekarang!!!" "Jadi bagimu, lebih masuk akal kalau
aku adalah Dewa kematian? Tapi sebenarnya, kau bisa menganggapku
sebagai Dewa Kematian, karena kenyataan ini adalah ... Neraka" Ucap
Madara. "Aku selamat dari kematian, dan kalau aku tidak terus menyerap
chakra dari Mazou itu, sekarang juga pasti aku akan mati" Ternyata
Pipa-Pipa yang terhubung ke punggung Madara itu adalah untuk
menyalurkan chakra. "Aku, aku akan pulang ... Hah, hah ..." Obito
menjatuhkan diri dari kasur dan berontak, berusaha sekuat tenaga untuk
pergi, meski itu dengan cara merangkak. "Menyerah saja, tak ada jalan
keluar disini" Ucap Madara. "Dan ngomong-ngomong, aku ataupun kau tak
akan mampu keluar dari tempat ini, dengan tubuh kita yang sekarang"
"Ukhh ..." "kalau kau terus bergerak, tubuh Hashirama buatan yang aku
pasang padamu akan rusak ... Apa kau mau mati?" "Ada hal-hal yang aku
ingin kau lakukan untukku ... Setelah semua itu, aku akan
menyelamatkanmu" "Apa yang aku inginkan!!? Apa yang lelaki tua sepertimu
mau dari bocah sepertiku!!?" "Aku ingin merubah nasib dunia ini" Ucap
Madara. "Dunia kemenangan, Dunia Perdamaian, Dunia Kasih Sayang, aku
akan membuat Dunia yang hanya ada hal itu" "Aku tak peduli, aku hanya
ingin kembali pada yang lainnya" "Seperti yang sudah aku katakan, disini
hal-hal tak sesuai dengan harapanmu ... Suatu hari nanti, kau akan
menyadarinya. Kau boleh mati kalau kau mau. Tapi, aku akan mengambil
sharinganmu ..." "kenapa kau menginginkan sharinganku!? Kau sudah punya
kan!?" "Tidak, Aku meninggalkan sharingan asliku pada orang lain ...
Yang ini hanyalah sharingan yang aku dapat setelahnya ... Dan lagi, aku
masih belum mendapat mata kanan. Seseorang butuh kedua mata untuk
membangkitkan potensi tertingginya" Mada menyibak rambut yang menutupi
mata kanannya. Dan tampak kalau ia memang tidak memiliki mata kanan.
"Kalau begitu ... Itu berarti bersama dengan Kakashi, aku akan menjadi
lebih kuat!! Kami berdua pada akhirnya akan mampu melindungi Rin!!! Aku
tak boleh membuang-buang waktu disini ... Tunggu aku, Kakashi, Rin,
aku masih hidup!!!" Ucap Obito dalam hati. Bersambung ke Naruto Chapter
603
Tidak ada komentar:
Posting Komentar